Rabu, 15 Maret 2017

Tugas Evaluasi Proyek 3

Review Kriteria Investasi

  Sebelum terjadinya keputusan untuk melaksanakan atau perealisasian proyek, tentunya perlu diketahui mana proyek yang layak untuk dilaksanakan atau tidak layak untuk dilaksanakan. Hal ini perlu diketahui, untuk menganalisa apakah proyek yang diajukan tersebut akan memperoleh manfaat atau tidak. Analisa ini berguna bagi pengambil keputusan atau manajer apakah akan melaksanakan proyek, menolak proyek, memilih satu atau beberapa proyek untuk dilaksanakan, atau menentukan skala prioritas pelaksanaan proyek. Selain itu, analisa proyek juga bermanfaat bagi investor apakah akan menanamkan investasi dalam proyek tersebut dan mengetahui prediksi arus kas kedepan selama masa konsesi proyek (Heni,2010).
  Lebih lanjut, salah satu alat untuk menentukan apakah proyek layak atau tidak adalah dengan menggunakan kriteria investasi. Clive, dkk (1988), menyebutkan terdapat lima macam kriteria investasi yaitu : (i) Net Present Value dari arus benefit dan biaya (NPV) ; (ii) Internal Rate of Return (IRR); (iii) Net Benefit Cost Ratio (Net B/C); (iv) Gross-Benefit Cost Ratio (Gross B/C); dan (v) Profitability Ratio (PV’/K). Lebih lanjut, dalam sumber lain menggunakan kriteria atau metode yang sedikit berbeda sebagai contoh Tungka (2009), menyebutkan metode penilaian proyek yaitu : (i) Payback Period; (ii) Internal Rate of Return (IRR); (iii) Net Present Value; dan (iv) Accounting Rate of Return.
   Adapun dalam praktik penganalisian proyek, para penganalisa menggunakan metode berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan lembaga atau proyek terkait. Sebagai contoh studi kelayakan yang dilakukan Ni Luh (2012), menggunakan metode Payback Period, Net Present Value, Profitability Index dan Internal Rate of Return; Heni Fitriani (2010), menggunakan metode Net Present Value, Payback Period dan Internal Rate of Return; Budiasa (2002) menggunakan metode Net Present Value dan Internal Rate of Return. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing proyek membutuhkan pendekatan dengan metode yang berbeda-beda atau faktor lain.
  Namun, yang perlu diketahui adalah masing-masing metode atau kriteria tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannnya masing-masing. Tungka (2010), secara jelas menyebutkan keunggulan dan kelemahan dari metode penilaian investasi, yaitu sebagai berikut :

1           .      Metode Payback Period
           Keunggulan :
-          Proses yang mudah dan sederhana;
-          Layak untuk mengevaluasi proyek investasi yang besar;
-          Penilaian yang lebih baik daripada dengan pertimbangan intuitif semata;
-          Diharapkan dapat segera menutup modal yang ditanam pada proyek.
Kelemahan :
-          Tidak memperhatikan nilai waktu uang;
-          Mengabaikan laba tunai setelah jangka waktu payback terlewati;
-          Mengabaikan nilai sisa dari investasi.

2           .      Metode Internal Rate of Return (IRR)
           Keunggulan :
-          Mempertimbangkan nilai waktu uang;
-          Mempertimbangkan seluruh laba tunai selama umur proyek;
-          Presentase tingkat bunga atau diskonto yang digunakan dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan prioritas proyek.
Kelemahan :
-          Proses perhitungan yang lebih sulit dari metode lainnya;
-          Proses perhitungan yang lama.

3           .      Metode Net Present Value (NPV)
           Keunggulan :
-          Mempertimbangkan nilai waktu uang;
-          Mempertimbangkan seluruh laba tunai selama umur proyek;
Kelemahan :
-          Proses yang lebih sulit daripada Payback Period;
-          Terdapat kesulitan dalam penentuan tingkat bunga yang layak sebagai dasar diskonto;
-          Apabila terdapat beberapa pilihan proyek investasi yang besarnya berbeda-beda, maka perbedaan proceeds dari proyek-proyek investasi tersebut yang dihitung dengan metode NPV tidak dapat digunakan sebagai pedoman.
-          Dapat memberikan hasil yang menyesatkan dalam penentuan prioritas investasi jikahalnya proyek memiliki umur ekonomis yang berbeda-beda.

4           .      Metode Accounting Rate of Return (ARR)
           Keunggulan :
-          Proses perhitungan yang mudah;
-          Mempertimbangkan seluruh laba tunai selama umur proyek;
Kelemahan :
-          Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang;
-          Sulit di dalam menentukan besarnya persentase rate of return yang dianggap layak yang akan dijadikan sebagai batas minimum penerimaan suatu proyek investasi.


   Adapun De Neufille, dalam Feri Prasetya (2012), juga menyebutkan perbandingan mengenai keunggulan dan kelemahan antar metode yaitu metode NPV/NPV, IRR dan Net B/C atau BCR yang dapat dilihat pada tabel berikut :



   Dilihat dari tabel diatas, dari sisi cerminan skala proyek diketahui bahwa metode BCR atau Net B/C memenuhi kriteria dalam mencerminkan skala proyek. Adapun dalam kemudahan pengurutan proyek metode IRR dan Net B/C memiliki keunggulan. Lebih lanjut, dari sisi kemudahan penggunaannya metode NPB atau NPV dan BCR atau Net B/C terbilang mudah digunakan.
   Berdasarkan perbandingan yang dilakukan De Neufille diatas, kita dapat mengetahui metode yang mana, digunakan untuk kebutuhan apa. Sebagai contoh, metode BCR dapat menjadi acuan dalam pengurutan proyek dalam prioritas, metode NPV dapat menjadi acuan untuk mengetahui nilai uang selama masa proyek, metode IRR dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pengembalian dari proyek.
  Dilihat dari keunggulan dan kelemahan diatas tentu seorang evaluator perlu bijak dalam menentukan metode apa yang digunakan. Masing-masing kriteria atau metode diatas, saling melengkapi satu sama lain, sehingga proses pengambilan keputusan yang dilakukan makin mendekati manfaat yang diharapkan. Namun, dilema dari penggunaan metode kriteria investasi ini dibanding dengan intuisi manajemen semata seakan membutuhkan waktu lebih lama karena melewati masa trial and error dalam metode tertentu, sebagai contoh dalam metode IRR. Lebih lanjut, ketidakhadiran metode lain yang sejenis yang mengusung sistem lain, dengan sistem bagi hasil misalnya membuat analisa keuangan proyek juga sulit dilakukan pada sistem terkait. Sehingga, ini merupakan tantangan bagi para peneliti, pengevaluasi ataupun akademisi untuk mengembangkan metode ataupun hasil analisi yang efesien dan efektif guna mencapai manfaat yang diharapkan dari proyek terkait.

Sumber Bacaan :
Budiasa, I Wayan. 2002. Studi Kelayakan Proyek Perkebunan Kelapa Sawit PT. Henrison Inti Persada, Papua. E-Jurnal Universitas Udayana No.2 Vol.2 Juli 2002.
Fitriani, Heni. 2010. Analisa Kelayakan Finansial Pasar Tradisional Modern Plaju Palembang. Jurnal Rekayasa Sriwijaya No.1 Vol.19.
N, Tungka. 2009. Metode Analisa Proyek. Universitas Atma Jaya Jogjakarta.
Prasetya, Ferry. 2012. Modul Ekonomi Publik: Analisis Biaya dan Manfaat. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Putu, Ni Luh. 2012. Studi Kelayakan Investasi dari Aspek Finansial Untuk Pendirian Naya Salon Denpasar. E-Jurnal Universitas Udayana No.1 Vol.2.

Senin, 13 Maret 2017

Tugas Evaluasi Proyek 2

Tugas 2

Soal :
Direncanakan di Tanjung Bumi akan dibangun pemukiman pada luas lahan 10Ha. Direncanakan tahap 1 selama 4 tahun. Sebelumnya lahan tersebut digunakan sebagai lahan sawah yang menghasilkan Rp.5juta/Ha/tahun.
Hasil perhitungan konsultan, untuk keperluan investasi pada tahun pertama dikeluarkan biaya pembelian lahan sebesar Rp15juta/Ha dan biaya persiapan lahan sebesar Rp25jt/Ha. Biaya lainnya dikeluarkan pada tahun ke-1 sampai ke-3 yaitu Rp400jt, Rp500jt dan Rp600jt. Untuk tahap 1 dari 10 ha dihasilkan rumah dgn type 36/72 sebanyak 15 rumah yg akan dijual dgn harga Rp 80 jt, dan type 45/120 10 rumah dgn harga Rp 125 jt. Jika Tk. DF yg berlaku 12% (Kenaikan DF Maksimal 15%) Hitunglah bagaimana kelayakan proyek pemukiman tersebut ?

Jawab :
Berdasarkan soal diatas, maka dapat diperoleh tabel sebagai berikut:


Dari tabel diatas, maka dapat diperoleh :
  • NPV (Net Present Value)
Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai NPV sebesar 12,075. Artinya, proyek tersebut mampu menghasilkan nilai kini bersih selama 4 tahun pada tingkat DF 12% sebesar Rp.12,075juta , sehingga layak untuk dilaksanakan berdasarkan kriteria NPV.

  • Net B/C
Net B/C diperoleh dengan membandingkan jumlah PV+ dengan jumlah PV-.
PV+ = 1552,075
PV- = 714,32 + 398,6 + 427,08 = 1540
Net B/C = PV+/PV-
Net B/C = 1552,075/1540 = 1,0078 
Maka berdasarkan kriteria Net B/C dari setiap satuan biaya yang dikeluarkan proyek dapat menghasilkan manfaat bersih sebesar 1,008 (dibulatkan), sehingga berdasarkan kriteria Net B/C proyek layak untuk dilaksanakan.

  • Gross B/C
Gross B/C diperoleh dengan membandingkan jumlah PV benefit dengan jumlah PV cost. Nilai PV benefit dan PV cost didapat dengan mengkalikan masing-masing benefit dan cost dengan discount factor yang berlaku. dapat dilihat pada tabel berikut :



PV Benefit = 1552,075
PV Cost = 1540
Gross B/C = PV benefit/ PV cost
Gross B/C = 1552,075/1540 = 1,0078
Maka berdasarkan kriteria Gross B/C dari setiap satuan biaya yang dikeluarkan proyek dapat menghasilkan manfaat kotor sebesar 1,0078 , sehingga proyek layak untuk dilaksanakan berdasarkan kriteria Gross B/C.

  • IRR

Untuk mengetahui nilai IRR langkah pertama adalah mencari tingkat discount factor dimana menghasilkan NPV bernilai negatif. NPV bernilai negatif dapat dilihat pada tabel berikut:


Dilihat pada tabel diatas, NPV bernilai negatif pada saat DF 13% yaitu sebesar -12,825. Maka untuk langkah selanjutnya, dapat dimasukkan pada rumus IRR.


IRR = 12% + {12,075/12,075 - (-12,825)} (13%-12%)
IRR = 12% + {12,075/24,9} (1%)
IRR = 12% + 0,484%
IRR = 12,484%
Maka berdasarkan kriteria IRR, kemampuan proyek menghasilkan return sebesar 12,484% (>12%), sehingga berdasarkan kriteria IRR layak untuk dilaksanakan.

  • PP (Payback Period)

Untuk mengetahui Payback Period atau jangka waktu penerimaan biaya kembali dilakukan penghitungan sebagai berikut :

PP = 800+500+600 / 2450 = 4 tahun

Diketahui bahwa kemampuan poyek dengan waktu 4 tahun dapat terjadi penerimaan biaya kembali selama 4 tahun, sehingga proyek layak untuk dilaksanakan.


Tugas Evaluasi Proyek 1

Tugas 1

Diketahui :
Suatu proyek besar menghasilkan estimasi biaya dan manfaat sebagai berikut:
  • Umur proyek 6 tahun
  • Tingkat DF yang berlaku 10%
  • Biaya yang dikeluarkan hanya pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar Rp.500jt dan Rp.400jt
  • Manfaat yang diterima mulai dari tahun ke-3 sampai tahun ke-6 masing-masing sebesar Rp.200jt, Rp.300jt, Rp.400jt dan Rp.500jt.


Hitunglah kriteria investasi proyek tersebut dengan empat kriteria NPV, Net B/C, Gross B/C dan PP? Bagaimana Kesimpulannya?

Berdasarkan soal diatas, maka dapat dihasilkan tabel berikut :



Ket :
NB = Net Benefit (Benefit-Cost)
DF = Discount Factor
PV = Present Value (Nilai Sekarang). Present Value dapat diperoleh dengan mengkalikan Net Benefit dengan Discount Factor yang berlaku. Atau menggunakan rumus :


Lebih lanjut, berdasarkan tabel diatas maka dapat diperoleh kriteria investasi yaitu sebagai berikut:


  • NPV (Net Present Value). 


Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai NPV dalam tingkat DF 10% selama 6 tahun yaitu Rp.100,2 Juta Rupiah, sehingga layak untuk dilaksanakan.


  • Net B/C (Perbandingan PV+ dan PV-)

PV + = 150,2+204,9+248+282 = 885,5
PV- =  454,5+330,4= 784,9
PV+/PV- = 885,5/784,9 = 1,13
Maka berdasarkan kriteria Net B/C diketahui bahwa dalam setiap satuan biaya yang dikeluarkan proyek mampu menghasilkan manfaat bersih sebesar 1,13 , sehingga proyek layak untuk dilaksanakan.


  • Gross B/C (Perbandingan PV Benefit dan PV Cost)

untuk mengetahui Gross B/C diperlukan PV Benefit dengan PV Cost yang diperoleh dengan mengkalikan masing-masing nilai benefit dan cost dengan discount factor yang berlaku, yang dapat dilihat pada tabel berikut :


PV Benefit = 885,1
PV Cost = 784,9
Gross B/C = 885,1/784,9 = 1,127
Maka berdasarkan kriteria Gross B/C setiap satuan biaya yang dikeluarkan proyek mampu menghasilkan manfaat kotor sebesar 1,127, sehingga layak untuk dilaksanakan.


  • IRR

IRR adalah tingkat pengembalian internal yaitu kemampuan proyek menghasilkan return (satuan %). Untuk mencari IRR perlu diketahui nilai NPV pada tingkat discount tertentu yang memiliki nilai negatif, yang dapat dilihat pada tabel berikut :


Dapat dilihat pada tabel diatas, masing-masing nilai NPV dalam tingkatan DF 10-15% adalah secara berurutan 100,2 ; 662,53; 47,34; 24,14; 1,47; -19,1. Diketahui bahwa NPV memiliki nilai negatif pada tingkat DF 15%. Maka untuk langkah selanjutnya dapat dimasukkan pada rumus IRR yaitu :


IRR = 10% + {100,2/100,2 - (-19,1)} (15%-10%)
IRR = 10% + (0,839) (5%)
IRR = 14,20

Maka dapat diketahui bahwa kemampuan proyek menghasilkan return adalah sebesar 14,20% (>10%), sehingga berdasarkan kriteria IRR proyek layak untuk dilaksanakan.

  • PP(Payback Period)

Dapat diperoleh dengan membandingkan biaya dan jumlah benefit yang akan dikatahi berapa lama jangka waktu untuk membayar kembali biaya.

PP = 900/200+300+400 = 5 tahun

maka diketahui bahwa biaya dapat kembali dalam waktu 5 tahun, sehingga dalam proyek dengan jangka waktu 6 tahun proyek layak untuk dilaksanakan.